Akademisi Internasional Minta TNI Ditarik dari Papua

Militer.org | Jakarta, CNN Indonesia -- Filsuf sekaligus Profesor Institut Teknologi Massachusetts (MIT) Noam Chomsky dan sekelompok akademisi internasional lainnya meminta pemerintah Indonesia menarik tentara dari Papua menyusul dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pasukan keamanan terhadap warga sipil di provinsi tersebut.

Militer.org | Jakarta, CNN Indonesia -- Filsuf sekaligus Profesor Institut Teknologi Massachusetts (MIT) Noam Chomsky dan sekelompok akademisi internasional lainnya meminta pemerintah Indonesia menarik tentara dari Papua menyusul dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pasukan keamanan terhadap warga sipil di provinsi tersebut.

"Kami meminta pemerintah Indonesia dan negara kami masing-masing untuk mengambil tindakan urgen dan efektif untuk memastikan militer Indonesia segera ditarik dari Papua Barat dan Indonesia mendemiliterisasi kawasan sebagai langkah awal menuju penyelesaian konflik secara damai," kata para akademisi dalam surat terbuka di situs resminya, diakses CNNIndonesia.com pada Senin (20/11).

Kelompok yang menamai diri sebagai International Academics for West Papua itu menyebut tentara Indonesia telah secara rutin menembaki massa demonstrasi damai, membakar desa-desa dan menyiksa pegiat sipil dan warga setempat sejak 1969.

Meski terus dilarang memasuki provinsi tersebut, sejumlah pengamat independen seperti Human Rights Watch, Amnesty International dan Tapol telah mendokumentasikan pelanggaran ham parah dan endemik oleh Indonesia di seluruh penjuru Papua, kata kelompok yang dibentuk pada 2016 itu.

"Pasukan khusus Indonesia dan unit kontra-terorisme seperti Kopassus dan Detasemen 88--dilatih oleh negara-negara Barat--terimplikasi dalam pemukulan, pembunuhan di luar hukum dan pembunuhan massal" di wilayah tersebut.

"Keberadaan militer yang sangat besar, dikombinasikan dengan rasisme dan diskriminasi ekonomi sruktural terhadap populasi lokal Papua, hanya akan berakibat pada konflik dan pelecehan."


International Academics for West Papua pun menuntut "pelatihan militer dan polisi serta ekspor persenjataan untuk Indonesia dihentikan hingga pelanggaran ham di Papua Barat dihentikan," termasuk pelatihan dan pendanaan Densus 88 oleh Australia, Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Belanda, Selandia Baru di Pusat Kerja Sama Penegakan Hukum Jakarta.

Selain menuntut penarikan aparat militer dan penghentia kerja sama, Chomsky dan kawan-kawan juga meminta Indonesia melepaskan para tahanan politik dan mengizinkan pengamat, lembaga non-pemerintah serta media internasional untuk memasuki Papua.

Tak hanya untuk Indonesia, para akademisi menuntut masyarakat internasional mengambil sikap tegas terkait dugaan pelanggaran ham di Papua dan menyerukan pemerintah Indonesia agar menghargai Deklarasi Universal Hak Asasi manusia, serta Perjanjian Internasional tentang Hak Politik dan Sipil yang telah diratifikasi RI

Terakhir, Indonesia dan masyarakat internasional diminta mengakui ketidakadilan historis 1969, di mana warga Papua tidak diberikan hak menentukan polihan dan dipaksa bergabung dengan RI.


Surat terbuka itu dapat ditemukan di situs International Academics for West Papua dan publik bisa ikut menandatangani.

Selain Chomsky, sejumlah akademisi yang menandatangani surat tersebut di antaranya Michael Webb, dosen Universitas Sydney; Camellia Webb-Gannon, peneliti Universitas Sydney Barat; Helen Gardner, Profesor Deakin University; Grant McCall dari Universitas Sydney dan 14 praktisi lainnya.


Source:  cnnindonesia.com




Situs Militer.ORG , Portal Berita Militer Indonesia Terbaru dan Terupdate, Yang menampilkan Seluruh kegiatan Militer Negara Kesatuan Republik Indonesia, Baik TNI dan Polri, Sumber yang kami dapat berasal dari berbagai sumber online dan Sumber lapangan langsung

FOR INFO CALL US
085648845617
[email protected]

COMMENTS

Name

air bersih,1,alutsista,16,Angkatan Darat,267,Angkatan Laut,23,Angkatan Udara,16,bantuan,1,berita,9,Berita Mojokerto,1,Coklat,1,dandim,1,Danramil,1,Hama,1,HUT Bhayangkara,1,jamban,1,jamban keluarga,1,jamban sehat,1,Kartu Tani,1,kegiatan,245,kekeringan,1,kemarau,1,militer,236,Mojokerto,2,Mushola,1,Panen Padi,6,Panen Raya,6,Pemakaman,1,Penyemprotan,1,Pertanian,4,polri,20,Polsek,1,Renovasi,1,takziah,1,TMMD,5,TMMD Mojokerto,5,video,15,viral,149,Wereng,1,
ltr
item
Portal Berita Militer : Akademisi Internasional Minta TNI Ditarik dari Papua
Akademisi Internasional Minta TNI Ditarik dari Papua
Militer.org | Jakarta, CNN Indonesia -- Filsuf sekaligus Profesor Institut Teknologi Massachusetts (MIT) Noam Chomsky dan sekelompok akademisi internasional lainnya meminta pemerintah Indonesia menarik tentara dari Papua menyusul dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan pasukan keamanan terhadap warga sipil di provinsi tersebut.
https://2.bp.blogspot.com/-vMBLezDeNHU/WhMURqQp_kI/AAAAAAAAAps/44qPOih4DE8bX5z759dqwJF2PJW-u6FlgCLcBGAs/s640/Akademisi%2BInternasional%2BMinta%2BTNI%2BDitarik%2Bdari%2BPapua.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-vMBLezDeNHU/WhMURqQp_kI/AAAAAAAAAps/44qPOih4DE8bX5z759dqwJF2PJW-u6FlgCLcBGAs/s72-c/Akademisi%2BInternasional%2BMinta%2BTNI%2BDitarik%2Bdari%2BPapua.jpg
Portal Berita Militer
http://www.militer.org/2017/11/akademisi-internasional-minta-tni.html
http://www.militer.org/
http://www.militer.org/
http://www.militer.org/2017/11/akademisi-internasional-minta-tni.html
true
4703262235219683719
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy
close
Banner iklan disini